Majas Metafora

Posted on

Majas Metafora – “Dia menjadi kambing hitam dimasalah ini”. Nah, pastinya kalian pernah dengar bukan ungkapan mengenai “Kambing Hitam”.

Cover Majas Metafora

Dalam dunia pendidikan, ungkapan “Kambing Hitam” disebut sebagai Majas. Hayoo, kalian masih ingat tidak apa Majas itu?

Kalau tidak salah, setiap jenjang pendidikan, dari kelas 7 hingga kelas 12, materi tentang Majas selalu disinggung lho…

Nah, jika kalian lupa, mimin kasih bocoran sedikit yaaa, Majas adalah gaya bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra dengan tujuan untuk membuat karya sastra tersebut lebih hidup.

Secara umum, majas terdiri atas beberapa jenis, dan salah satunya yang akan kita bahas kali ini, yaitu Majas Metafora.

Untuk mengetahui, apa itu Majas Metafor? Mari simak ulasan materi di halaman berikut ini…

Majas Metafora Adalah?

Metafora merupakan salah satu gaya bahasa yang digunakan pada sebuah karya sastra dalam bentuk makna yang tidak sebenarnya.

Atau dalam penggunaannya Majas ini menggunakan bahasa kiasan untuk menggambarkan sebuah objek dengan memakai perbandingan langsung.

Mengapa dikatakan memakai perbandingan langsung? Sebab dalam penerapannya majas ini tidak menggunakan kata hubung pembanding seperti kata Laksana, Bagaikan dan lainnya.

Sedangkan, menurut Rachmat Djoko Pradopo dalam proyek Pengkajian Puisi (1990), beliau mengatakan bahwa Metafora adalah bahasa kiasan perbandinga, namun tidak memakai kata pembanding.

Jenis – Jenis Metafora

Para pakar bahasa yang kami rangkum dari https://savepapajohns.com/ menetapkan Majas Metafora sebagai “Ratu” dari segala jenis majas. Hal tersebut dikarenakan majas-majas tersebut dibentuk menggunakan Majas Metafora.

Orrecchioni salah satu pakar bahasa telah membagi Majas Metafora kedalam dua jenis, yaitu In Praesetia dan In Absentia.

Berikut adalah penjabaran dari kedua jenis Majas Metafora besarta dengan contohnya, yaitu :

  1. Metafora In Praesetia
    yaitu salah satu gaya bahasa dimana objek yang akan dibandingkan diungkapkan secara bersamaan dengan pembandingnya sehingga memiliki makna eksplisit.
    • Nana merupakan kembang desa di kecamatan Tanjung Senang.
      • Kata “Kembang Desa” dalam kalimat tersebut memiliki makna bahwa Nana adalah wanita paling cantik di Kecamatan Tanjung Senang.
  2. Metafora In Absentia
    yaitu salah satu gaya bahasa yang menyampaikan sesuatu secara implisit, sehingga sering terjadi penyimpangan makna dalam penggunaannya.
    • Para lelaki di kampung ini banyak yang ingin melamar mawar desa di kampung tetangga.
      • Kata “Mawar Desa” memiliki banyak makna, misalnya : wanita yang belum menikah atau gadis cantik.

Contoh Kalimat Majas Metafora

Setelah memahami penjabaran terkait dengan Majas Metafora tersebut, berikut merupakan contoh kalimat yang menggunakan gaya bahasa Metafora, yaitu :

  1. Rudi memang lah seorang buaya darat yang tak tahu malu.
    • Kata “Buaya Darat” dalam kalimat tersebut menggambarkan seorang pria yang suka memainkan hati wanita.
  2. Perasaan menyesal terus-menerus menghantui ku.
    • Kata “Menghantui” dalam kalimat tersebut memiliki makna terus terfikirkan karena merasa bersalah.
  3. Nana merupakan kembang desa di kecamatan Tanjung Senang.
    • Kata “Kembang Desa” dalam kalimat tersebut memiliki makna bahwa Nana adalah wanita paling cantik di Kecamatan Tanjung Senang.
  4. Beberapa toko pakaian di Tanah Abang habis dilalap si jago merah.
    • Kata “Jago Merah” dalam kalimat tersebut memiliki makna api kebakaran yang sangat besar.
  5. Berhati-hatilah dengan tikus berdasi yang ada disekitar kalian.
    • Kata “Tikus Berdasi” dalam kalimat tersebut memiliki makna seorang koruptor.
  6. Selama belum bekerja aku merasa seperti sampah masyarakat.
    • Kata “Sampah Masyarakat” dalam kalimat tersebut memiliki makna tidak berguna.
  7. Setelah ditelusuri, Nana masih memiliki keturunan darah biru dari ayahnya.
    • Kata “Darah Biru” dalam kalimat tersebut memiliki makna keturunan seorang bangsawan.
  8. Jangan sampai kamu berurusan dengan meja hijau.
    • Kata “Meja Hijau” dalam kalimat tersebut memiliki makna kantor pengadilan.
  9. Hadirnya seorang buah hati, pasti selalu didamba-dambakan oleh mereka yang sudah menikah.
    • Kata “Buah Hati” dalam kalimat tersebut memiliki makna seorang anak atau bayi.
  10. Dewi malam sudah muncul dari persembunyiannya.
    • Kata “Dewi Malam” dalam kalimat tersebut memiliki makna sang rembulan.
  11. Joko menjadi tangan kanan di Perusahaan Abdi Negara.
    • Kata “Tangan Kanan” dalam kalimat tersebut memiliki makna orang kepercayaan.
  12. Rina adalah anak yang memiliki sifat rendah hati.
    • Kata “Rendah Hati” dalam kalimat tersebut memiliki makna seseorang yang tidak sombong.
  13. Pasangan suami istri itu menjadi buah bibir para tetangganya.
    • Kata “Buah Bibir” dalam kalimat tersebut memiliki makna sebagai bahan pembicaraan.
  14. Ranti dikenal sebagai kutu buku dikelasnya.
    • Kata “Kutu Buku” dalam kalimat tersebut memiliki makna seseorang yang suka membaca.
  15. Nina selalu menjadi kambing hitam jika ada masalah di keluarganya.
    • Kata “Kambing Hitam” dalam kalimat tersebut memiliki makna orang yang selalu disalahkan.

Nah, itu dia ulasan materi tentang Majas Metafora beserta hal-hal berkaitan didalamnya. Semoga artikel kali ini membantu sobat Dinar untuk menyelesaikan masalah kalian. Thankyou 🙂

Rate this post